Selasa, 13 Oktober 2009

SEJARAH WILAYAH SANTO FRANSISKUS XAVERIUS GABUSAN

 Wilayah St. Fransiskus Xaverius
 
Awal mulanya, Wilayah Fransiskus Xaverius didirikan oleh Romo Moelder,S.J. Wilayah ini terdiri dari 3 kelompok (belum bernama lingkungan) berdasarkan pedusunan yang ada, yakni Gabusan, Ngimbang dan Manding. Karena saat itu jumlah umat di Gabusan sekitar 7 keluarga saja, di Ngimbang ada sekitar 8 keluarga dan di Manding hanya sekitar 6 keluarga.
 
Para Romo Paroki yang pernah berkarya di Gereja St Yakobus:
(mohon maaf, beberapa nama tidak tertulis lengkap karena belum mendapat informasi seutuhnya)
1. Noto Kusumo,Pr.
2. Wardoyo,Pr.
3. Wiryo Darmojo,Pr.
4. Bardiyanto,Pr.
5. FX Sumantoro,Pr.
6. V. Kartosudarmo, Pr.
7. Siwi, Pr.
8. M. Minarto, Pr.
9. FX Suhanto, Pr. (sekarang)


Semakin lama jumlah umat pun mengalami perkembangan. Maka pada masa karya Rm V. Kartosudarmo, Pr.( tahun 1991 ) terjadi pemekaran lingkungan dan terbentuklah Lingkungan St. Paulus dan St. Martinus. Pembentukan lingkungan tersebut karena jumlah umat diwilayah sudah cukup banyak untuk dibagikan kedalam lingkungan-lingkungan.
 
Ketua Wilayah Fransiskus Xaverius yang pernah berkarya:
(tidak dalam urutan karena ada yang menjabat lebih dari satu kali)
  1. FX. Martoharjono (Gabusan) (belum ada lingkungan Paulus dan Martinus)
  2. FX. Sudadi (Gatak)
  3. Y. Sukirno (Manding) (sudah dibentuk lingkungan Martinus dan Paulus; sedangkan Ngimbang dipisah  untuk bergabung dengan Melikan Lor)
  4. Sumaryadi (Kembang-Manding)
  5. Robertus Sriyanto (manding)
  6. A. Pramugari (Gabusan)
  7. F. Rasmono (Manding)  (sekarang: 2011)
 Wilayah Santo Fransiskus Xaverius saat ini (2011) memiliki 5 Prodiakon:
  1. Ign. Mardisusanto (Gabusan)
  2. Petrus Wijiyantoro (Tembi)
  3. Y. Sukirno (Manding)
  4. Ag. Ruwadi (Manding)
  5. Y. Walidjan (Bayuran)
 Sebenarnya semua wilayah di paroki akan diberi pelindung dengan nama Santa, tetapi karena wilayah Fransiskus Xaverius sudah terlanjur memakai nama santo pelindung tersebut. Jadi ada 2 wilayah yg memakai nama Santo pelindung, yakni Santo Fransiskus xaverius dan Santo Yusuf Palbapang. Ini yang membedakan dengan nama-nama pelindung wilayah yang ada di Paroki santo Yakobus Klodran Bantul.

 
Lingkugan St. PAULUS
Lingkungan Santo Paulus merupakan bagian dari Wilayah Santo Fransiskus Xaverius yang berada di sebelah Utara, sedangkan yang di bagian Selatan adalah lingkungan Santo Martinus. Sejak berdirinya kedua lingkungan ini, pengusulan nama Santo Paulus dan Santo Martinus berasal dari umat yang ada, terutama oleh tokoh-tokoh yang ada.

 
Asal nama St. Paulus sebenarnya merupakan nama Santo pelindung dari Bapak Paulus Pawirodikromo (alm) yang merupakan orang tua dari bapak FX Sudadi (Gatak-Timbulharjo). Nama Paulus tersebut digunakan sebagai Santo pelindung lingkungan karena Bapak Paulus Pawirodikromo merupakan umat perdana di wilayah St Fransiskus Xaverius. Penggunaan nama Paulus untuk lingkungan atas usulan Bapak FX Martoharjono (alm) yang saat itu sebagai ketua wilayah, dan disepakati oleh peserta rapat lingkungan. Pembaptisan pertama kali di wilayah St. Fransiskus Xaverius terjadi di tahun 1966.

 
Pemisahan dengan Ngimbang terjadi karena jumlah umat yang ada di lingkungan St. Paulus sudah cukup banyak, serta letak geografis yang relatif jauh, dipisahkan oleh Sungai Winongo.

 
Ketua Lingkungan Paulus yang pernah berkarya:
(tidak dalam urutan, dan masih dalam proses verifikasi kemungkinan ada yang terlewatkan)
  1. FX. Martoharjono (alm)
  2. FX. Sudadi (alm)
  3. M. Sumarjono
  4. R. Martono
  5. Y. Dwiatmaka  (sekarang: 2011)

Lingkungan St. Paulus juga memiliki beberapa Prodiakon.
Prodiakon yang telah purna tugas:
  1. FX. Martoharjono (alm)
  2. YB. Sukirdi  (sekarang beraktivitas di Kring Bangunharjo-Pugeran)

 Sedang Prodiakon yang masih menjabat sampai sekarang (2011):
  1. Ign. Mardisusanto
  2. Petrus Wijiyantoro

 (Sangat dibutuhkan partisipasi umat yang merasa ada panggilan untuk melayani sebagai Prodiakon)

Kegiatan yang dilaksanakan oleh umat di lingkungan St. Paulus, yakni :
  1. Doa Rutin atau doa lingkungan, bentuk/isi doa menyesuaikan situasi dan masa liturgi, seperti masa Adven, Prapaskah, Bulan Kitab Suci, Bulan Maria, Bulan Rosario, diadakan setiap Rabu pukul 17.00 (jumlah umat yang hadir rata-rata mencapai 30 orang)
  2. Di bulan Mei dan Oktober yang disebut sebagai Bulan Maria atau Rosario, dilakukan Devosi kepada Bunda Maria yang diadakan selama sebulan penuh (kurang lebih umat yang rutin menghadiri mencapai 15 kepala keluarga).
  3. Pertemuan ibu-ibu lingkungan diadakan setiap hari Selasa ke-3 pukul 15.00 setiap bulannya.
  4. Pertemuan ibu-ibu wilayah diadakan setiap hari Minggu ke-2 pukul 15.00 setiap bulannya.
  5. Pada saat-saat khusus juga diadakan kegiatan: pesta nama pelindung (29 Juni).
  6. Perayaan Natal dan Paskah selalu diadakan, melibatkan kepanitiaan MUDIKA, dihadiri oleh seluruh anggota keluarga umat, juga diadakan aksi kepedulian sesama.
  7. Aksi penggalangan dana untuk kepedulian dan kebersamaan antara lain terwujud dalam: dana seminari, dana sosial (sakit), dana kematian (pangruktilaya).

 Dalam perjalanannya, lingkungan Santo Paulus juga memiliki keprihatinan terhadap umat yang berada di naungannya. Beberapa hal diantaranya yang diharapkan dapat terwujud, yakni:
  1. Keaktivan atau kehadiran umat dalam pertemuan lingkungan yang rutin diadakan masih perlu ditingkatkan.
  2. Keterlibatan Kaum Muda dalam Liturgi, meskipun sudah cukup aktif dalam tugas koor dan kepanitiaan peringatan di lingkungan serta aktif di tingkat paroki (yang ini prestasi sudah diakui).
  3. Pengoptimalan anggota warga lingkungan St. Paulus yang berada diluar kota untuk tetap bisa berkomunikasi.
  4. Dokumentasi kurang lengkap.
Lepas dari itu semua, kebersamaan dan semangat umat nyata-nyata semakin berkembang.

Lingkungan St. MARTINUS

 
    Awal mula terbentuknya Lingkungan St. Martinus Manding saat terjadinya pemekaran Wilayah oleh Romo Karto karena adanya pertumbuhan jumlah umat di tiap-tiap wilayah. Lingkungan Santo Martinus Manding menggunakan nama santo pelindung ini karena St. Martinus memiliki karakter hidup yang penuh akan cinta kasih, terutama bagi kaum Lemah, Kecil, Tersingkir dan Miskin. 
    Pembaptisan diwilayah St. Fransiskus Xaverius telah terjadi untuk pertama kalinya pada keluarga Bp. Hadiwardoyo sebelum tahun 1960. Selanjutnya ada beberapa umat yang dibaptis menjadi baptisan pertama, yakni keluarga Bp. Sujud, Bp. Arkadius Wardiwiono, Bp. Sukirno, Bp. Agustinus Suhardan, Bp. Ruwadi dan Bp.Sindu. Yang pada akhirnya menjadi cikal bakal lingkungan St. Martinus Manding.Jumlah umat di lingkungan ini pada mulanya hanya sekitar 5-6 kepala keluarga saja. Namun saat ini telah berkembang menjadi 30 an Kepala keluarga.

 

 
Ketua Lingkungan yang pernah menjabat dan yang masih menjabat di lingkungan ini adalah ;
  1. C. Subekti Indarto
  2. Y. Sukirno
  3. Sb. Sumaryanto
  4. Suparmoko  ( sekarang )

 
    Lingkungan St. Martinus juga memiliki beberapa Prodiakon. Prodiakon yang telah purna tugas di lingkungan adalah Bp. Sudiro Joyoatmojo (Bp. Walijan) seorang. Sedang Prodiakon yang masih menjabat sampai sekarang yakni Bp. Ruwadi dan Bp. Sukirno.

 
    Umat lingkungan ini juga memiliki berbagai macam kegiatan yang ruti dilakukan, diantaranya;
  • Doa Lingkungan Rutin, diadakan setian hari Senin pukul 19.00 WIB, namun untuk hari malam selasa Kliwon diganti menjadi Doa Arwah.
  • Pangertiwiloyo/ Golowentah/ menangani masalah Lelayu, setiap ada layatan di lingkungan ini, umat akan secara sukarela menyumbangkan uang guna meringankan, dengan cara menyediakan Peti Mati yang siap digunakan. Kegiatan ini juga memiliki Pengurus yang di ketuai Ibu Sujud dan bberapa anggotanya.
  • Pertemuan Ibu-ibu Wanita Katholik setiap hari selasa ke-2, pertemuan ini memiliki bberapa kegiatan yang diantaranya; arisan, memberi Dahar Romo, Sumbangan ke Seminari, kegiatan bazaar, dan lain sebagainya.
  • Setiap bulan Mei dan Oktober, diadakan doa Rosario. Di bulan Mei hanya seminggi sekali yang diadakan pada hari Senin malan, ketika menjelang 9 hari terakhir, doa rosario akan diadakan setiap hari. Sedangkan di bulan Oktober, Devosi kepada Bunda Maria dilaksanakan setiap hari.
  • Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) dan masa Adven menjelang Natal, diadakan sebagai ganti doa rutin lingkungan.
  • Di bulan September yang ditetapkan sebagai Bulan Kitab Suci, juga diadakan sebagai penganti doa lingkungan rutin. Namun jumlah umat yag hadir cenderung berkurang  dari rata-rata 30 orang, hal ini disebabkan karena terdapat sesi Sharing pengalaman.

 
    Lingkungan St. Martinus juga memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti; “ Adanya sebagian umat yang selalu tidak hadir kalau diundang, tetapi kalau kediaman umat tersebut menjadi tempat berlangsungnya acara pasti mau. Kurangnya keaktifan umat untuk beribadah bersama merupakan salah satu masalah yang berkelanjutan. Hal ini telah menjadi keprihatinan bersama untuk dapat diselesaikan dengan hadirnya umat katolik disetiap pertemuan ”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar